Minggu, 17 Februari 2013

Muhammad Bapak Perdamaian Dunia



Muhammad Bapak Perdamaian Dunia
Muhammad Saw dinobatkan sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah oleh astrofisikiawan Michael H Hart, dalam bukunya yang bejudul Seratus Tokoh yang paling berpengaruh dalam Sejarah, setelah Nabi Muhammad kemudian diikuti oleh Isaac Newton sijenius yang telah menemukan optic dengan pengamatannya pada cahaya kemudian beberapa penemuan lainnya antara lain kalkulus integral di bidang matematika, setelas dua tokoh tersebut kemudian disusul oleh Nabi Isa as, salah satu nabi yang disebutkan dalam Al-Qur’an yaitu nabi sebelum di turunkan Nabi Muhammad ke muka bumi.
Bagaimana mungkin Muhammad situkang kawin dan memperkosa anak kecil dinobatkan sebagai tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, apalagi dijadikan sebagai tokoh dunia, sungguh sangat biadab dan memalukan, belum lagi skandal mesumnya dengan janda-janda arab yang berusaha ditutup-tutupi sejarah, pernikahannya disebutkan sebagai bentuk penyelamatan rumah tangga, dengan berbagai alasan untuk memuluskan kebejatannya,  bahkan anak sahabatnya sendiri yang masih kecil di embat juga, langsung main sikat, ketika masih enam tahun dinikahi, mungkin ketika berkunjung ke rumahnya Abu Bakar dia melihat kecantikan Aisyah dan Muhammad kemudian  menggunakan dalil-dalil agama untuk bisa menikahi Aisyah.
 Itulah  beberapa cacian dan hinaan orang-orang yahudi dan nasrani terhadap Nabi Muhammad, mereka menghina dan mencaci beliau karena berbagai factor, diantaranya ketikpahaman mereka terhadap Islam dan ketiktahuan mereka terhadap sejarah Nabi Muhammad Saw, mereka berasumsi bahwa Nabi Muhammad Saw melakukan hal itu semua atas dasar hawa nafsu semata tanpa membahas lebih dalam lagi mengenai sebab kenapa Nabi Muhammad Saw menikahi beberapa istri, ya bagaimanapun islam menjelaskan mengenai hal tersebut  orang-orang yang telah buta mata hatinya tuli pendengarannya dan bisu dalam mengkaji agama mereka tidak akan pernah melihat kebenaran Islam, sebagaimana kata Allah dalam Alqur’an:

 Namun bagaimanapun hinaan dan caci maki mereka tentang Nabi Muhammad Saw beliau tetaplah sosok pribadi yang bersahaja, berkrakter mulia, dan jauh dari sifat-sifat tercela, ketika orang-orang yahudi menyiksa, melemparinya dengan kotoran manusia, mencoba membunuhnya dan menyiksa beliau ia tetap menunjukkan sikap sabar, Nabi Muhammad ingin memberiak contoh dan keteladan kepada umatnya untuk tetap menjadi pribadi yang sabar.
 dan bagaimana seharusnya mereka bersikap terhadap prilaku yang mereka terima, dan prilaku tidak adil yang beliau terima tidak lantas membuatnya menjadi sosok pendendam, namun beliau tumbuh  dengan kesantunan  dan berwibawa dengan krakternya yang mulia.
  Ketika berdakwah ke thaib beliau dilempari dengan batu hingga kaki dan tubuhnya berlumuran darah, namun sedikitpun Nabi Nuhammad tidak menyimpan rasa dendam bahkan ketika jibril menawarkan untuk meluluh lantakkan negeri tersebut nabi muhammad melarangnya  padahal waktu itu jibril sudah siap untuk mengangkat gunung dan bebatuan untuk membinasakan kaum tersebut,  Nabi mengatakan mereka melakukan hal tersebut karena mereka belum  paham dengan agama Islam, kemudian beliau berdo’a untuk mereka agar kelak dari mereka melahirkan generasi islam yang cemerlang.
 Itulah sosok Nabi, beliau tidak ingin ada kekerasan di muka bumi ini, menekankan aspek kasih sayang dan perdamaian, bukan kekerasan dan penyiksaan,  belum lagi pemboikotan ekonomi yang dilakukan oleh orang-orang Qurais kepada Rasulullah dan umat muslim dimakkah, hingga membuat kaum muslimin sangat menderita kekurangan ,sandang, pangan dan papan, hal tersebut berlangsung selama tiga tahun lamanya, sehingga banyak kaum muslimin  yang hijrah ke madinah karena perlakuan yang tidak adil yang terima umat muslim dan kekejaman kaum qurois, namun  nabi tetap menunjukan kesabaran beliau sebagai pemimpin umat Islam,  setelah diamadinah Rasulullah disambut  hangat oleh kaum ansor, dan dikota inilah Nabi Muhammad mulai menyusun kekuatan umat islam, dimadinah pula Rasulullah mempersatukan kaum ansor dan muhajirin, hingga mereka menjadi seperti saudara kandung dan saling kasih mengasihi, keberadaan beliau dimadinah selalu memberikan perdamaian, hingga islam mulai bertunas jaya disana, berkat  kepemimpinan beliau yang mengedepankan perdamaian membuat  orang-orang diluar islam berbalik memeluk islam.
 Fathul makkah adalah bukti sejarah perdamaian yang Rasulullah tunjukkan, ketika itu umat Islam berangkat dari madinah untuk membebaskan kota suci makkah dengan beranggotakan 10.000 orang pasukan, hal itupun dikarenakan kaum kafir qurais melakukan pelanggaran terhadap perjanjian yang telah disepakati antara kaum muslimin dan kafir qurais, dimakah kaum muslimin dengan mudah merebut kota dan tanah suci serta tempat tinggal mereka  yang telah lama mereka tinggalkan, kota  sebagai bukti perjuangan mereka, setelah kota itu ditakhlukkan lantas apa yang beliau lakukan, apakah rasulullah membalaskan kesedihan yang dialami umat muslim selama ini, kepedihan embargo dan berbagai perlakuan biadab yang dilakukan oleh orang kafir Qurais  kepada umat islam, sekali lagi Rasulullah menunjukkan sifat kasih sayangnya, beliau memberikan kebebasan kepada mereka, karena beliau ingin mebangun perdamian dan menumpas peperangan ditanah arab, ingin menciptakan suasana harmonis, saling menghormati dan toleransi sesama umat manusia.
 Maka sudah selayaknya Nabi Muhammad mendapat pengakuan dunia sebagai bapak perdamaian dunia,  lantas kenapa akhir-akhir ini umat Nabi Nuhammad banyak melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan Islam, siapakah yang mereka contoh? Rasulullah sendiri adalah sosok yang penuh dengan cinta kasih, hingga orang-orang memusuhi beliau berbalik mencintai dan berjuang dijalan Allah bersamanya.
By: Ali Rohman Nasution

Sabtu, 26 Januari 2013

Nyanyian dari Surga



Hari itu selasa 12 januari 2013, terik matahari begitu panas, seperti biasa Jakarta dan semua kesibukannya, aku berlari menuju kopaja benomor 20 itu, bersama penumpang lainnya yang tidak mau ketinggalan kenderaan,  hari ini aku harus mengikuti kelas Public Speaking  bersama ka Rio didaerah Mampang, Buncit, Jakarta Selatan, aku duduk di kursi paling pojok tiga baris dari belakang kursi pak supir,terlihat suasana diluar jendela kaca kopaja ini begitu sibuk, orang-orang lalu lalang datang dan pergi sesuai dengan kesibukannya masing-masing, kesibukan yang melelahkan pikirku,  sembari menghilangkan kepenatan perlahan kubuka hp blackberryku dan  mulai membaca berita kompas.com,  kulihat banyak  sajian  berita, mulai dari  mengenai banjir di Jakarta, pengangkatan Menpora baru, serta  Jokowi dan Ahok meninjau banjir di Jakarta,  aku tertarik dengan tokoh yang bernama Jokowi, dia dinobatkan sebagai walikota terbaik dunia ketiga , sungguh prestasi yang luar biasa menurutku, walau pak Jokowi sendiri merasa itu suatu hal yang biasa-biasa saja,  aku menikmati sajian  berita di Kopaja tersebut, sambil menunggu penumpang yang lain,  karena Kopaja ini tidak akan jalan kalau penumpangnya belum penuh, bahkan harus berdesak-desakan seperti tumpukan ikan sarden,  panas, bau, dan tak sedap lainnya  menghantuiku diangkutan umum ini, namun demi sebuah cita-cita menjadi seorang public speaker, aku rela menjalani ini semua.
            Didalam kopaja  pikiranku melayang-layang, sambil berbisik  dalam hati seandainya aku anak orang kaya, pasti aku akan lebih semangat dan lebih mudah lagi dalam menuntut ilmu, aku akan minta mobil sama orang tua, kemudian aku bisa kursus dimana saja yang aku suka, kejadian-kejadian  di kopaja  memang membuatku ingin memiliki kenderaan sendiri,  seperti pencopetan,penipuan,  pengamen yang kadang-kadang tidak ramah dll,  terkadang semua itu  membuatku bete, hingga akhirnya tidak mensyukuri apa yang telah tuhan anugerahkan untukku.
            Belum lagi mengenai kursus yang selama ini aku dambakan,  kursus bahasa inggris dengan high class, namun karena kendala biaya akhirnya aku mengurungkan niat  memasuki kursus yang aku inginkan, semua keluhan, keinginan dan harapan hanya kucerita pada diri ini, dan berharap akan adanya perubahan nantinya, terkadang memang  merasa tuhan tidak adil, kenapa saya harus lahir dikeluarga  miskin, seandainya saja saya di lahirkan dikeluarga kaya, kata-kata seandai nya terus menghantui pikiranku, dan kadang bertanya kenapa  orang-orang kaya yang Allah pilih selalu saja menimbulkan keonaran dimasyarakat, korupsi, menjarah lahan tanah orang-orang pinggiran, kenapa tuhan tidak menjadikan orang-orang baik saja yang kaya, agar dunia ini aman dan sejahtera,  pikiranku terus melayang-layang entah kemana, memikirkan hidup yang semakin semrawut.
            Aku mahasiswa UIN Jakarta, yang katanya Kampus ini  merupakan salah satu universitas islam ternama di Jakarta, namun pada faktanya entahlah aku juga bingung memikirkannya, disana aku mengambil jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam, selama ini yang paling aku dambakan masuk di Ilmu Komunikasi UI, namun karena banyak hal dan factor lain, akhirnya aku harus menerima masuk di UIN Jakarta, sungguh suatu realita hidup yang harus aku terima, begitulah keseharianku, akhirnya aku banyak mengeluh dan tidak menerima apa yang telah aku terima selama ini, padahal di UIN Jakarta sendiri aku dalah penerima beasiswa penuh, semuanya di tanggung, mulai dari tempat tinggal, uang kuliah dan biaya hidup, namun semuanya seolah tak membuatku bahagia, padahal diluaran sana banyak yang tidak bisa kuliah karena mereka gagal menerima beasiswa.
            Aku tertegun ketika ada seorang anak kecil menyodorkanku sebuah amplop kecil  sambil mengiba, dan menunjukkan raut wajah yang begitu polos, kemudian ia mulai merayuku dengan nyanyian  anak-anak jalanan yang begitu popular ditelingaku, punk rock jalanan, suaranya begitu merdu, ia menyanyikannya penuh dengan penjiwaan, tergambar seolah hidupnya begitu berat, kesehariannya mengamen dan berharap belas kasihan dari orang-orang yangditemuinya, ia bernyanyi dengan bebas, tak peduli apa kata orang tentang suaranya, karena mungkin hanya ini jalan yang bisa ia lakukan agar tetap bisa bertahan hidup, hingga tak terasa air mataku tumpah, suaranya begitu lembut,halus dan mempunyai ciri khas tersendiri, walau ia masih berumur lima tahun,  namun begitu bagus bagiku, dan aku yakin ia akan jadi orang hebat nantinya, dan nyanyian  itu adalah nyanian dari surga yang pernah kudengar, aku tidak bisa berkata apa-apa selain bulir-buliar air mataku berjatuhan  karena tak bisa menahan haru, owh,,,tuhan betapa cantiknya  anak ini, tak seharusnya ia berbuat seperti ini, seharusnya ia ada disekolah, rasa ibakupun memuncak, dan  tak tahu berbuat apa. Aku hanya terus memandangi wajahnya yang sedikit kotor karena tidak terurus.
            Aku tersipu malu dihadapannya, kemudian aku memasukkan uang ke amplop kecilnya dan menyodorkanya  kembali , sembari kuelus lembut rambutnya yang tergerai lurus namun sedikit bergelombang, kulihat rona wajahnya yang begitu bahagia, walau hanya menerima uang yang tak seberapa, namun  ia begitu bahagai, aku terpukul dengan anak kecil penyanyi dari surga yang allah kirimkan untukku, aku masih memandanginya hingga ia turun disimpang jalan kota ini.
            Aku hanya berucap, terima kasih tuhan kau telah mengutusku bidadari cilik dari surga, yang mengajarkanku akan arti kehudupan ini, aku tereyuh, dan dadaku terasa sesak, dan entah perasaan apa lagi, aku merasa aku kalah dari anak kecil itu, ia begitu tangguh dalam hidup ini, ia tidak seberuntung aku, namun ia tidak mengeluh, ia tetap semangat mencari rezeki untuk kelangsungan hidupnya dan mungkin juga untuk ibunya, disaat aku mulai mengeluh tentang kehidupanku, ternyata tuhan mengajarkanku melalui caranya sendiri.
 kini aku mengerti dan  lebih dewasa dalam memaknai hidup, rasanya ada kekuatan baru yang mengalir dalam jiwaku, kekuatan yang mengantarkanku untuk lebih mensyukuri kehidupan yang telah tuhan anugerahkan untukku, karena bagaimanapun aku masih bisa duduk dibangku kuliah,  bagaimana dengan anak kecil tadi? Semua pertanyaan tersebut membuat ku terus merenung  dan memikirkan semua yang terjadi di kehiduapan ini, hingga tak sadar ternyata aku telah sampai pada tempat yang aku tuju.
            Sebuah perjalana yang menyenangkan, tentang penghargaan akan kehidupan,aku hanya bisa berucap makasi tuhan telah mempertemukanku dengan  bidadari kecilmu, dan membawakan nyanyian yang begitu indah, seperti nyanyian dari surga dan terimakasih telah banyak mengajarkanku akan arti kehidupan ini yang sebenarnya.
                                                                  

Kamis, 10 Januari 2013

Dia bukan untukku




Hari begitu cerah, secerah hatiku setelah selesai melaksanakan sholat dhuha, aku keluar dari asrama tercinta dan terus berjalan menyusuri lorong demi lorong, dan gang-gang sempit menuju kampus islam itu, asramaku yang biasa disebut mahad tempat mahasiswa-mahasiswa berprestasi itu memang tidak terlalu jauh dari kampus itu, hanya membutuhkan waktu sepuluh menit saja untuk menjangkaunya.
Tepat di gerbang kampus islam itu, kulihat wanita-wanita muslimah dengan jubah dan jilbabnya yang super panjang, kadang aku berfikir apakah mereka tidak gerah memakainya, mungkin karena pegangan agama yang teguhlah yang membuat mereka setia pada syariat tuhannya. namun diantara mereka ada juga mahasiswi yang menggunakan pakaian muslimah apa adanya, pakaian mereka begitu ketat dengan jilbab pendek dan tipis yang sedikit di paksakan.
Aku terus berjalan menuju fakultas ku, dengan sedikit berlari akhirnya sampai juga di gedung tujuh lantai itu, tanpa antrian panjang aku langsung masuk lift, dan beberapa detik kemudian aku sudah berada didepan kelas, kubuka kelas dengan sembari membaca salam  Assalamu alaikum w.w. dan,  Teman-teman kelas menyambutku dengan ramah.
Hey ris, apa kabar?  Hari ini tak secerah biasanya, ada hujan turun di tengah terik matahari, bungamu pun tak seindah biasanya, ia nampak kecewa hari ini karena di kecewakan kumbang pujaannya, cerocoh vino  begitu saja, aku masih bingung  apa yang di maksud vino, namun yang pasti ada hubungannya dengan vivi, si gadis yang penuh tanda tanya.
Namaku haris, teman-temanku biasanya memanggilku ris, begitulah aku biasa di panggil, aku ga tahu seberapa tampannya diriku, namun kata teman-temanku aku pemuda tampan ala ritik rosan, akh, itu hanya kata mereka saja, sebenarnya aku biasa-biasa saja, jauh dari apa yang mereka gambarkan.
Namun perlahan tapi pasti aku merasa cewek-cewek di kelasku satu persatu mulai mendekatiku, entah karena ada perasaan apa-apa atau hanya sekedar main-main saja. Salah satunya vivi, sebenarnya ia  gadis yang anggun, soleha di mataku, dan banyak sifatnya yang aku suka, namun entah kenapa hati ini berkata tidak.
Berawal dari saat ada tugas kelompok, disanalah aku mengenalnya, namanya vivi verina, nama yang anggun dan elok, waktu  itu vivi minta no hp ku, sekedar untuk saling memperingatkan kalau ada tugas katanya, aku memberinya tanpa ada curiga sedikitpun, walau nomor kontak  prempuan jarang ada di hp ku, namun kali ini aku menyimpan no kontaknya.
Awalnya vivi hanya shering masalah mata kuliah saja, namun akhirnya melebar ke masalah pengalaman, kisah hidup, dan saling berbagi masalah, hingga pada akhirnya aku sadar ia sering memperhatikanku, walau hanya sekedar menanyakan apakah aku sudah makan atau belum.
Namun lama-kelamaan aku semakin risih dan bosan dengannya, setiap malam ia selalu menelphonku, belum lagi zmznya yang datang dua kali setiap menitnya, ruang dan waktukupun habis di rampasnya, termasuk waktu belajarku. Vivi seandainya kamu lebih bisa menahan diri, pasti hati ini akan condong kepadamu.
Tanpa mengubris perkataan vino aku langsung duduk di bangku yang biasa kupakai, ku pandangi vivi yang dari tadi hanya diam dengan seribu bahasa, tidak seperti biasanya, ia selalu menanyakan kehadiranku, bahkan terkadang puluhan zmz masuk untuk menanyakan sudah sampai dimana perjalananku, setelah masuk kelas biasanya ia telah menyediakan makanan yang langsuang ia taron di mejaku, sambil zmz ini dariku vivi, masakanku lho.
Namun hari ini benar-benar berbeda, ia hanya terdiam tanpa melihatku sedikit pun, apakah karena keputusanku yang tadi malam yang salah, atau karena apa?  Aku jadi bingung sendiri.
Tepat jam 12 malam vivi menelphonku, sebenarnya aku lagi lembur untuk mengerjakan tugas makalah hukum-hukum international yang akan saya presentasikan esok hari, namun aku rela membagi waktu untuknya, hanya sekedar mendengar keluh kesah nya,
Vivi: ris kamu lagi apa?
aku: lagi ngerjain tugas vi, ada pa vi, ko nelphon malam2
Vivi: aku ganggu g’ ris, ada yang ingin aku omongin, penting bangat
aku: ngga’ kenapa vi, ngomong aja.
Vivi: ris, sebenarnya aku ingin cerita tentang perasaan ku’ tapi aku takut!
aku: perasaan apa vi, cerita aja, kenapa mesti takut
Vivi: ris, sebenarnya aku sangat sayang sama kamu, aku sangat cinta sama kamu, ris kamu maukan jadi pacar aku, aku ga bisa hidup tanpa kamu ris, aku sudah terlanjur sayang sama kamu ris.
Hiks-hiks-hiks suara tangisan di seberang sana.
Aku tidak bisa menjawab secara pasti, aku hanya mengatakan padanya kalau aku belum siap, dan aku berharap kami jadi sahabat saja, dan aku katakana padanya jika kelak kita berjodoh tuhan pasti mempertemukan kita kembali, aku berharap dia sabar menunggu, namun yang kudengar adalah suara tangisan yang semakin memekik, dan terakhir hanya suara nuth nuth nuth pertanda telphonnya diputus.
Pagi ini vivi tidak mau menatapku sama sekali, aku berusaha untuk menatapnya, namun ia selalu menghindar, dan berusaha berpaling dariku, hingga perkuliahan selesai vivi tetap saja dingin dan tak bisa di ajak bicara.
Sesampainya di asrama, ku sampaikan kisahku kepada kakak seniorku yang ku anggap bijak perkataannya, tentang vivi dan kebaikannya, dan cintanya yang terlanjur  kutolak,  namun aku mendapat jawaban agar aku menimbangnya lebih masak-masak lagi, dan ia  malah berasumsi kalau vivi wanita yang kurang baik untukku.
 akhirnya aku membela vivi dan kukatakan kalau vivi itu berjilbab panjang, dan sepengetahuan ku dia berakhlak  baik, aku malah kecewa dengan kakak senior yang sok tahu itu, ia malah menyuruhku untuk mengenal vivi lebih dalam lagi, dan ia mengatakan bahwa hanya wanita  solehalah yang akan jadi milikku kelak, bukan seperti vivi yang di anggapnya kurang baik.
Dia mengatakatakan lelaki yang sholeh hanya pantas untuk prempuan yang sholeha dan begitu juga pria yang jahat dan tukang maksiat hanya pantas untuk wanita jahat dan maksiat pula, perbaiki terus akhlakmu hingga wanita yang kau idamkan semakin baik pula akhlaknya. Nasehatnya padaku.
Perkatannya memang bijak, namun aku tidak setuju dengan apa yang ia asumsikan, yang beranggapan vivi wanita yang kurang baik, sebetulnya aku belum kenal betul dengan vivi, aku baru mengenalnya beberapa bulan yang lalu, tapi menurutku dia wanita yang sholeha, namun untuk saat ini aku belum siap menjalani hubungan dengan nya itu saja, namun dalam hati ini berniat kelak kalau ia memang wanita yang baik aku akan mempersuntingnya.
Hari ini perkuliahan berlangsung kembali, seperti biasa sebelum masuk kelas aku menyempatkan diri untuk sholat dhuha sebagai tanda rasa syukurku pada Tuhan yang maha esa, dan seperti biasa pula, tempat yang paling sering kukunjungi di kampus hanya dua  masjid dan perpustakaan, di masjid aku bisa shalat dan membaca al-qur’an serta zikir dengan khusuq, di perpustakaan aku bisa membaca kisah para nabi, serta ilmuan-ilmuan islam yang luar biasa, atau berbagai ilmu pengetahuan yang bisa kudapat disana.
 dari masjid aku langsung menuju kelas melalu  tangga bawah’ kulihat vivi berjalan di depanku,namun langkahnya tak seimbang, dan tiba-tiba saja ter jatuh dan pingsan, aku tidak tahu apakah ini benar –benar kecelakaan atau hanya sekedar pura-pura belaka, hingga akhirnya teman-teman yang prempuan menggotongnya ke unit kesehatan kampus. Sebenarnya aku ingin sekali menggendong dan membawanya namun langkahku kalah cepat dengan teman-temannya yang berjalan bersamanya.
Pengakuan yang kudapat dari ira, teman dekatnya vivi kalau akhir-akhir ini vivi sering sakit karena ia selalu memikirkanku, dan ia sangat kecewa atas keputusanku, dan ia mengatakan kalau aku akan mengesal atas apa yang aku perbuat padanya.
Aku hanya bisa berdo’a moga vivi menerima keputusanku, dan berharap ia berfikir dewasa, aku tetap sayang sama dia, walau hanya sebatas sahabat, dan aku masih butuh waktu untuk melupakan fani, cewek yang pernah singgah di hatiku ketika SMA, yang baru saja menggugat hubungan kami setelah aku kuliah di Jakarta, dan ia kutinggalkan di cianjur, tempat kelahiranku.
Waktupun terus berlalu, vivi sudah bersikap biasa pada ku,  ia malah sekarang dekat dengan sahabatku vino, perhatian yang sebelumnya yang ia berikan padaku akhirnya berputar seratus delpan puluh derajat  ke vino, ada rasa cemburu di hati, namun aku masih bisa mengendalikan emosiku.

Dua bulan kemudian, seperti biasa, di kampusku selalu mengadakan pengkaderan kepada mahasiswa baru, untuk mengikuti organisasi yang paling banyak diikuti oleh badan eksekutif mahasiswa (BEM) di fakultasku, sebagai mahasiswa yang mempunya rasa penasaran yang tinggi akhirnya aku memutuskan untuk mengikuti pengkaderan tersebut.
Pengkaderan kali ini di adakan di puncak bogar, sebagai mahasiswa yang belum tahu banyak tentang puncak, aku sangat bahagia karena inilah kali pertama aku menginjakkan kaki di puncak itu, ada rasa bahagia, namun ada juga nada kekecewaan, bahagia karena tempatnya sangat bagus, namun kecewa karena apa yang aku harapkan di pengkaderan ini tidak seperti apa yang aku bayangkan.
Malam begitu dingin, angin berhembus dengan kencang, kulihat beberapa mahasiswa menggandeng pasangannya masing-masing, sebenarnya hal itu tidak wajar, karena pelatihan yang kami bawa adalah atas nama organisasi islam, namun inilah realita yang ada.
Kulihat sepasang kekasih  berjalan menjauhi vila, nampaknya vino, namun aku tidak tahu siapa gadis yang bersamanya, terlihat begitu mesra, namun karena malam yang agak pekat menghalangi mataku hingga aku tidak tahu siapa gadis itu.
Aku terus bercengkrama dengan malam, bersama dicky sahabatku, kulihat bintang-bintang yang satu persatu mulai redup, akh malam, andai di tengah bintang yang disana ada bulan pasti cerita malam ini akan berbeda, kata dicky, aku hanya mengiyakan dan membenarkan apa kata dicky.
Bosan dengan suasana memandangi langit, dicky mengajakku jalan-jalan mengitari villa dan turun ke bawah sambil melihat-lihat keadaan sepanjang puncak dengan keadannya.
Kaki ini terus melangkah berjalan mencari angin malam di puncak yang dingin itu, sambil ngobrol santai bersama sahabatku dicky, tiba-tiba dicky menyuruhku memelankan langkah, karena ada hal yang mencurigakan di balik semak belukar yang tidak jauh dari tempat kami berdiri.
Dicky menjelaskan, mungkin itu kelinci, atau hewan lainnya, yang sedang bermain-main, akhirnya aku dan dicky mengintip dari arah yang berbeda,dan dengan jarak yang sangat dekat, namun apa yang di sebutkan dicky sama sekali tidak benar, ternyata yang ada disana ialah dua sosok manusia yang sedang asyk bercumbu mesra, hingga mereka tidk sadar akan kedatangan kami.
Namun, nampaknya aku mengal sosok-sosok itu, nampaknya mereka tidak asing di mataku, dan setelah semakin dekat, maka nampaklah kalau mereka ternyata vivid dan vino, yang sedang melakukan perbuatan yang tak senonoh.
Aku langsung berlari meninggalkan tempat itu, dan dicki memanggilku, hingga mereka tahu kami telah memergoki mereka berdua. Aku begitu kecewa, da sangat kecewa,ternyata wanita yang ku anggap baik selama ini, ternyata wanita yang buruk akhlaknya, dan buruk prilkaunya, akhirnya aku hanya bersyukur, ternyata dia bukan wanita sholeha yang allah kirim untukku, dan dia bukan milikku.


Karya” ali rohman nasution”

Minggu, 25 November 2012


Palestina berduka, apa aksi kita?
Gaza, Israel kembali mengusik kedamaian dunia, bagaimana tidak gencatan senjata yang mereka lakukan untuk membantai rakyat palestina khusunya di jalur gaza sudah  sangat memprihatinkan, seharusnya tidak ada lagi tolerir bagi bangsa Israel, selain di nyatakan sebagai penjahat perang dan  mendapat hukuman dan tindakan tegas dari PBB. Namun kelihatannya PBB tidak bisa berbuat apa-apa selain hanya bungkam seribu bahasa, padahal jumlah korban sudah semakin banyak berjatuhan, setidaknya terdapat 101 korban  yang tewas sampai Senin 19 November 2012 (kompas.com), belum lagi mereka yang luka-luka hampir 700 jiwa (Detik.com). Anehnya yang menjadi korban bukan  saja mereka yang ikut andil  dalam pertempuran, melainkan masyarakat sipil dan anak-anak kecil, apakah Israel sudah tidak punya mata hati, sehingga mereka tidak bisa mendengar jeritan dan tangisan  anak-anak kecil yang tak berdosa.
Akibatnya selain merusak tatanan masyarakat sipil juga memberi dampak psikologis yang sangat buruk bagi anak-anak disana, yang menyebabkan dendam yang mendarah daging, dan akan memunculkan perang-perang baru nantinya, kalau sudah seperti itu di khawatirkan kedamaian dunia akan sangat terusik, dan kehidupan di bumi ini tidak akan bertahan lama, maka dari itu Kita sebagai bangsa Indonesia sudah seharusnya ikut andil dalam kasus ini, karena telah jelas di dalam UUD 1945 dalam sila yang ke empat kita ikrarkan bahwa kita bangsa Indonesia ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial. Begitu juga kita sebutkan pada pembukaan UUD pada  sila pertama bahwa kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu penjajahan di atas dunia harus di hapuskan. Oleh sebab itu hemat penulis, ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh bangsa Indonesia sebagai salah satu Negara yang mengingikn perdamaian dunia.
 Pertama, Indonesia harus mencari kawan sebagai satu Negara yang mempunyai ideologi yang sama, yang menginginkan terciptanya ketertiban dunia,
 Kedua, kemudian sama-sama mendorong PBB untuk mengambil tindakan  tegas dan menghukum Israel sebagai penjahat perang.
Ketiga ,Indonesia harus aktif mengirimkan relawannya guna membantu masyarakat yang terluka disana, dan mengirimkan bantuan berupa materi dan menyediakan keperluan-keperluan masyarakat Gaza baik ia sandang maupun pangan.      Dengan demikian di harapkan apa yang menjadi cita-cita Indonesia bisa terwujudkan yaitu melaksanakan ketertiban dunia dan mewujudkan kemerdekan bagi setiap bangsa, akhirnya penulis berharap semoga apa yang menjadi keinginan bangsa palestina khusunya di jalur gaza dapat mereka capai, yaitu mendapatkan kehidupan yang layak sebagai mana Bangsa dan Negara  lainnya.